sedikit perkongsian keseronokan bermandi-manda
di tepian pantai batu rakit, gong badak, kuala terengganu...
kampung halaman sementaraku di saat ini...
mendamaikan jiwa yg melihat...
damai dan syahdunya mentari kala melambai
meninggal insan yang keletihan dan lesu
saat yang lain terbuai oleh sakit letih setelah
seharian berkerja...mentari menyuram, menghilang
dan tenang dalam pemergian...
merenung siapa drku yg sebenar...
aku yang kesepian walaupun lesu terus di pantai
menghadap lautan yang terhampar menyaksikan
keagungan Tuhan...menyedari kesilapan dan menginsafi diri
sesekali ku renung bot-bot yang kembali dari pencarian
agungnya kejadian mu tuhan apatah lagi diriMu
hehe..kami sedang berbincang..
samar cahaya kuning itu menyenangkan bebola
mata yang memandang...mewujudkan satu rasa yang
tak terdapat di mana-mana walaupun senja itu penuh dengan
kelesuan yang terpancar di riak wajah nelayan... aku
dapat lagi melihat secebis kegirangan yang jelas menghiasi
kerutan di wajah mereka..syukur dan redha dengan apa
yangterhasil dari hamparan luas lautan tuhan
di suatu sudut yang lain kelihatan anak-anak bermain
masih leka dengan keseronokan yang di cipta
sesekali terdengar teriakan ibu mereka memanggil
dan terkial-kial lah anak kecil itu berlari pulang
anak2 kecik di tepian pantai...
sungguh riang mereka...
damai sungguh senja ini
menginsafi diri, memuji keagungan tuhan
menyaksikan sedikit ragam manusia yang istimewa
dan bila ku tersedar mentari telahpun pergi menyembunyi...

batu rakit..ada sejarah di sebalik batu itu...


No comments:
Post a Comment